GREEN CAMPUS
"The greatest threat to our planet is the belief that someone else will save it "
- Robert Swan
COMMITMENT
Petra Christian University (PCU) commitment for supporting Sustainable Development Goals (SDGs) can be seen through the following Decree.
Road Map
Green Campus
Petra Christian University telah memantapkan diri untuk menjadi kawasan Green Campus sejak 22 September 2010. Hal ini direalisasikan melalui penetapan Kawasan Tanpa Asap Rokok pada 1 Januari 2011.
Sebelum penerapan Kawasan Tanpa Asap Rokok di kampus, Petra Christian University telah memilah sampah menjadi empat kategori. Sampah tersebut dibagi menjadi sampah organik, sampah plastik, sampah kertas serta sampah batere.
Pada 2011 usai ditetapkan menjadi Kawasan Tanpa Asap Rokok, Petra Christian University tak henti memberikan kontribusi bagi lingkungan yang sehat. Salah satunya adalah melakukan gerakan Petra Berbunga melalui penanaman pohon. Selain itu, Petra Christian University juga menjalankan gerakan paperless dengan mulai melakukan kegiatan pengisian PRS secara daring, pemberian slip gaji secara elektronik, pembuatan surat secara daring, serta menggunakan kertas bekas ketika mahasiswa melakukan konsultasi tugas akhir.
Tahun berikutnya, Petra Christian University mengkampanyekan program Efisiensi Air. Kampanye ini ditindaklanjuti dengan penggantian seluruh kran air di kawasan kampus menjadi kran air otomatis. Dengan demikian, penggunaan air bersih tidak terbuang dengan sia-sia. Pada tahun yang sama, Petra Christian University juga memanfaatkan sampah dengan mengolahnya menjadi kompos.
Surat Keputusan Rektor Nomor 251 Tahun 2013 menetapkan Petra Christian University sebagai Green Kampus dengan visi sebagai kampus yang peduli dengan berkomitmen pada nilai-nilai Kristiani. Karenanya, Petra Christian University ikut menjaga kelestarian bumi dan lingkungan yang telah diciptakan Tuhan. Dengan penetapan ini, PCU juga menetapkan duta Green Campus. Selanjutnya, PCU memilah sampah makanan menjadi tiga kategori, yakni sampah organik, sampah anorganik dan sampah cair.
Kebijakan Green Campus ini dijalankan pada area akademik yang ditunjukkan melalui beberapa program terkait pemeliharaan lingkungan hidup untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian mahasiswa. Selain itu, ketetapan Green Campus ini juga diakomodasi melalui penawaran Mata Kuliah Pilihan tentang Lingkungan Hidup.
Pada area yang lain, kebijakan ini juga diterapkan dengan cara meningkatkan kesadaran seluruh pegawai terhadap pemeliharaan lingkungan hidup. Misalnya dengan pengurangan penggunaan listrik, penggunaan air, penggunaan mobil pribadi, serta penggunaan kertas.
Penerapan program Green Campus ini dijalankan dalam tiga tahap, yakni dalam program jangka pendek, program jangka menengah dan program jangka panjang.
Selanjutnya, penerapan Green Campus dalam jangka menengah diimplementasikan dalam lima program efisiensi. Salah satunya adalah program efisiensi sampah.
Satu model penerapan program efisiensi sampah adalah tidak menggunakan tas kresek dalam penjualan apa pun. Di sisi lain, tiap tempat penjualan juga menyediakan tas daur ulang yang dapat dibeli. Demikian pula halnya dengan penggunaan bungkus makanan dari styrofoam dan plastik mika juga tidak boleh dipergunakan. Hal ini dituangkan dalam keputusan Rektor tahun 2016, namun telah dijalankan sejak 2014.
Gerakan efisiensi kertas serta efisiensi energi diterapkan tahun 2015 dan 2016. Kertas bekas dimanfaatkan untuk keperluan non formal. Dalam penggunaan energi, ruang kelas otomatis terkunci dan listrik padam dengan penggunaan sidik jari ketika tidak dipergunakan. Selain itu, juga dikampanyekan penggunaan tangga daripada lift.
Tahun 2017 hingga kini ada beberapa hal yang dilakukan dalam pelaksanaan Green Campus. Pertama, air minum dalam kemasan untuk kegiatan internal tidak diperkenan. Skripsi maupun tugas akhir dikumpulkan secara daring. Berikutnya, kampus menyediakan shuttle bus untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Kampus juga menerapkan Sewage Treatment Plant (STP) seperti halnya penyiraman taman dan pembilasan toilet.
Terbaru adalah pengadaan aplikasi Nunut yang digagas oleh mahasiswa. Aplikasi ini dibuat untuk berbagi transportasi. Sekali lagi, hal ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang nantinya dapat berdampak pada lingkungan.
Green Campus tidak dicanangkan karena sebuah tren, melainkan karena sebuah itikad baik yang berlandaskan pada nilai iman Kristiani, yakni untuk menjaga bumi ciptaan Tuhan.







